Makna Sekufu

Kafaah (Sekufu) dalam pernikahan

      Kafaah atau sekufu adalah kesetaraan antara laki-laki atau perempuan dalam beberapa ketentuan dan perkara khusus. Syarat sekufu itu ada lima dan telah ditetapkan dan tersurat dalam suatu syair tunggal yaitu nasab, agama, profesi, atau pekerjaan, kemerdekaan, tidak ada cacat atau cela. Sedangkan kekayaan terdapat keraguan dalam penetapan sebagai syarat sekufu.

 

      Nasihat dari Ustadz Mar’iy Al-Hanbali bisa direnungkan untuk jaman ini, Sekufu itu ada 6, namun anak-anak jaman ini hanya mengenal sekufu itu dalam hal harta.

 

      Penjelasan tentang syarat sekufu :

  1. Nasab : tetap diperhitungkan dalam pernikahan. Non arab tidak sepadan dengan arab. Wanita Qura’isy tidak sepadan dengan non quraisy. Mengenai sesama quraisy beda pendapat, ada Ulama yang menyatakan sekufu ada yang menyatakan tidak sekufu. Ada yg menyatakan orang Quraisy yang bukan dari Bani Mutthalib atau Bani Hasyim tidak sepadan dengan orang Quraisy yang dari Bani Mutthalib atau Bani Hasyim. Sedangkan pernikahan Bani Mutthalib dengan Bani Hasyim adalah sekufu.
  2. Agama : agama dalam hal ini diperhitungkan, orang fasiq tidak sekufu dengan wanita yang afifah (menjaga kehormatannya)
  3. Profesi : tukan tenun tidak sepadan dengan tukan kain (atau pedagang kain), tukang bekam tidak sepadan dengan tukang jahit kulit
  4. Kemerdakaan : Kemerdekaan juga diperhitungkan karena haram hukumnya wanita merdeka menikah dengan seorang budak laki-laki, sebab akan menimbulkan cela atau aib bagi wanita apabila suaminya adalah seorang Budak atau hamba sahaya

 

Sedangkan dalam urusan harta atau kekayaan, para Ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat harta atau kekayaan tetap diperhitungkan dalam pernikahan. Oleh karena itu orang yang fakir/miskin tidak sepadan dengan wanita yang kaya. Namun sebagian dari Ulama lain mengatakan harta kekayaan tidak diperhitungkan dalam pernikahan. Sebab harta itu bisa ada dan bisa lenyap, datang dan pergi, dan orang yang menjaga kehormatannya tidak berbangga dengan harta kekayaan.

 

Dinukil dari Fiqih Nikah dalam Perspektif 4 Mazhab karaya Al-‘Allamah Sayyiduna Habib Syaikh bin Ahmad Al-Musawa dengan judul asli Muqodimattun Nikah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s