NAJD QARN dan FITNAH

Selama ini kaum Salafi Wahabi selalu mengelak bahwa Najd itu bukan di Hijaz, tetapi menurut mereka bahwa najd adalah di Irak. Lalu kenapa Nabi Muhammad Saw mengatakan bahwa Miqat Penduduk Najd di Qarn  seperti disebutkan dalam Hadist Shahih “Sunan Al Imam Al Nasa’i”  no. 2656? Nah, bukankah hadits ini bisa menjadi bukti bahwa yang dimaksud oleh Nabi dengan Najd itu bukan berada di Irak?

Seandainya Najd adalah Irak, apa manfaatnya ketika Rasulullah Saw membedakan miqat bagi penduduk Najd dan penduduk Iraq sebagaimana yang ada dalam hadits shahih Al Nasa’i? Penduduk Iraq miqotnya di Dzat Irq (Timur Laut Makkah), sedangkan Penduduk Najd miqat di Qarnul Manazil sebelah timur dari kota Makkah. Mari kita lihat bersam-sama haditsnya sebagai berikut:

حدثنا محمد بن عبد الله بن عمار الموصلي قال حدثنا أبو هاشم محمد بن علي عن المعافى عن أفلح بن حميد عن القاسم عن عائشة قالت وقَّت رسول الله صلى الله عليه وسلم لأهل المدينة ذا الحُليفة ولأهل الشام ومصر الجحفة ولأهل العراق ذات عرق ولأهل نجد قرناً ولأهل اليمن يلملم

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Ammar Al Maushulli yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Haasyim Muhammad bin ‘Ali dari Al Mu’afiy dari Aflah bin Humaid dari Qasim dari Aisyah yang berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam dan Mesir di Juhfah, bagi penduduk Iraq di Dzatu ‘Irq, bagi penduduk Najd di Qarn dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam (Shahih Sunan Nasa’i no 2656)

****

Wajib Haji:  Berniat Ihram di Miqat

Definisi: Berniat ihram ialah berniat untuk mengerjakan haji. Niat tersebut hendaklah dilakukan di miqat.

Definis Miqat: Miqat ialah ketentuan tempat atau masa untuk berniat ihram haji.Miqat terbahagi kepada dua iaitu Miqat Zamani dan Miqat Makani.

MIQAT ZAMANI BAGI HAJI

Miqat Zamani haji ialah waktu bagi seseorang untuk berniat ihram haji. Dimulai sejak dari 1 Syawal hingga seketika sebelum terbit fajar (masuk waktu Subuh) pada hari 10 Zulhijjah. Tempo inilah yang dinamakan sebagai bulan-bulan haji. Apabila seseorang itu berniat ihram haji dalam bulan-bulan tersebut maka niatnya adalah sah. Jika dia berniat haji di luar masa tersebut, maka dengan sendirinya niat ihramnya itu bertukar menjadi niat ihram umrah.

MIQAT MAKANI BAGI HAJI

Miqat Makani bagi haji ialah ketentuan tempat untuk seseorang berniat ihram haji.

MIQAT MAKANI HAJI BAGI PENDUDUK LUAR MAKKAH

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ وَقَّتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ ذَا الْحُلَيْفَةِ وَلِأَهْلِ الشَّأْمِ الْجُحْفَةَ وَلِأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ الْمَنَازِلِ وَلِأَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمَ فَهُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهِنَّ لِمَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَمَنْ كَانَ دُونَهُنَّ فَمُهَلُّهُ مِنْ أَهْلِهِ وَكَذَاكَ حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ يُهِلُّونَ مِنْهَا

“Dari Ibnu ‘Abbas radiyallahu ‘anhuma berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam di Al Juhfah, bagi penduduk Najd di Qarnul Manazil dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam. Itulah ketentuan masing-masing bagi setiap penduduk negeri-negeri tersebut dan juga bagi yang bukan penduduk negeri-negeri tersebut bila datang melewati tempat-tempat tersebut dan berniat untuk hajji dan umrah. Sedangkan bagi orang-orang selain itu, maka mereka memulai dari tempat tinggalnya (keluarga) dan begitulah ketentuannya sehingga bagi penduduk Makkah, mereka memulainya (bertalbiah) dari (rumah mereka) di Makkah.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Dan dalam hadits Aisyah  : “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Salam menjadikan untuk penduduk Iraq Dzatu Irqin sebagai miqat mereka. “ (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

Jadi miqat haji bagi penduduk di luar Makkah berdsar petunjuk Nabi Muhammad Saw dalam hadits-hsdits di atas ada di lima tempat:

1.         Yalamlam (al-Sa’diyyah):
Miqat bagi penduduk-penduduk Yaman dan orang-orang yang datang dari arahnya.Yalamlam ialah nama sebuah bukit yang terletak berhampiran Laut Merah di Semenanjung Tanah Arab. Jaraknya lebih kurang 89 kilometer dari Makkah.

2.         Zulhulaifah (Abyar Ali/Bir Ali):
Miqat bagi penduduk Madinah dan orang-orang yang datang dari arahnya. Jaraknya lebih kurang 425 kilometer dari Makkah dan lebih kurang 10 kilometer dari Masjid Nabawi.

3.         Al-Juhfah:
Miqat bagi penduduk Syam (Jordan, Lubnan, Palestin, Syria) dan orang-orang yang datang dari arahnya. Jaraknya lebih kurang 187 kilometer dari Makkah. Pada masa sekarang, tempat berihram bagi miqat ini ialah di kawasan yang dikenali sebagai al-Rabigh.

4.         Qarn al-Manazil (al-Sayl):
Miqat bagi penduduk Najd dan orang-orang yang datang dari arahnya. Jaraknya dari lebih kurang 94 kilometer dari Makkah.

5.         Zatu`Irqin (al-Daribah):
Miqat bagi penduduk Iraq dan orang-orang yang datang dari arahnya. Jaraknya kurang 94 kilometer dari Makkah.

Dari pembahasan miqat haji ini, kita jadi ingin tahu rahasianya  kenapa Nabi saw menentukan miqat bagi penduduk Najd di Qarn al-Manazil ? Apakah ini ada hubungannya dengan hadits tentang fitnah tanduk ( qarn ) setan di Najd? Yaitu ketika para Sahabat memohon kepada Rasulullah Saw do’a keberkahan bagi penduduk Najd namun Rasulullah menolak sembari bersabda:  “Disanalah (Najd) akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk (qarn) setan.”

Haditsnya secara lengkap adalah sebagai berikut:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Husain bin Al Hasan berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar berkata, Beliau berdoa: Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami. Ibnu ‘Umar berkata, Para sahabat berkata, Juga untuk negeri Najed kami. Beliau kembali berdoa: Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami. Para sahabat berkata lagi, Juga untuk negeri Najed kami. Ibnu ‘Umar berkata, Beliau lalu berdoa: Disanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul QARN (tanduk) setan. (HR Bukhari 979)

Jika dihubungkan antara hadits miqat penduduk Najd di Qarn dengan hadits tentang  akan munculnya fitnah tanduk (Qarn) setan di Najd, maka akan menjadi logis jika kita bertanya-tanya dalam hati ketika memikirkan ada misteri apa di balik ini semua?

1. Kenapa Nabi menetapkan Miqat haji penduduk NAJD Hijaaz di QARN?

2. Kenapa Nabi mnyebutnya daerah miqat itu dengan QARN?

3. Adakah kaitannya dengan hadits shahih yang menjelaskan bahwa NAJD tempat munculnya QARN (tanduk) setan?

4. Adakah hal itu suatu kebetulan? Atau ucapan Nabi itu memang ada isyarat tertentu tentang tempat munculnya Fitnah QARN (tanduk) setan di sana?  Wallahu a’lam….

Demikianlah, semoga bermanfaat dalam memberikan inspirasi bagi kita semua sehingga selalu berada dalam naungan hadayah Allah Swt, amin….

(Copas UmmatiPress)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s